(021) 2930 3639

Home / Solution

Tugas Kami


PJM Broker, selaku perusahaan pialang dan konsultan asuransi mempunyai tugas:

  • Mengenal dan menganalisa risiko yang dimiliki Tertanggung.
  • Memberikan saran bagaimana menangani risiko kepada Tertanggung.
  • Men-design program asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Tertanggung.
  • Menyeleksi perusahaan asuransi dari segi kekuatan keuangan dan segi komitmen serta reputasi.
  • Mempresentasikan risiko dan menegosiasikan ruang lingkup jaminan yang luas serta premi yang bersaing kepada perusahaan Asuransi.
  • Memantau kondisi dan situasi setiap adanya perubahan dalam industri asuransi secara konsisten.
  • Membantu dan menangani klaim yang terjadi dari segi prosedur dan dokumentasi serta menegosiasikan nilai klaim yang wajar dan memadai bagi Tertanggung.
  • Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman serta jumlah port-folio bisnis yang besar, memudahkan Broker dalam menegosiasikan luas jaminan dan harga premi, dibanding dengan Tertanggung (bila Tertanggung berhubungan dan berhadapan langsung dengan perusahaan asuransi).


Komitmen Kami


Tugas kami tidak selesai pada saat penutupan suatu kontrak Asuransi telah dilakukan antara Tertanggung dan Penanggung, tetapi akan terus menjalankan tugasnya selama kontrak Asuransi berjalan dan bahkan setelah kontrak Asuransi berakhir dalam hal timbul klaim yang belum selesai.



Fungsi dan Peran Broker


Sesuai Undang – Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian pada BAB I, Pasal 1 ayat 11 disebutkan bahwa :

“Usaha Pialang Asuransi adalah usaha jasa konsultasi dan/atau keperantaraan dalam penutupan asuransi atau asuransi syariah serta penanganan penyelesaian klaimnya dengan bertindak untuk dan atas nama pemegang polis, tertanggung atau peserta.”

Pialang Asuransi atau Broker Asuransi pada hakekatnya merupakan konsultan dan mewakili kepentingan Tertanggung serta bertanggung jawab atas keamanan penempatan resiko yang diperantarainya serta memberikan jasa-jasanya dalam penyelesaian klaim yang timbul.



Jasa tersebut dapat diberikan, karena:

  • Broker mempunyai keahlian dalam bidang Asuransi.
  • Broker bekerja untuk dan atas nama Tertanggung/Pemegang Polis.
  • Broker didirikan dengan ijin usaha dan tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku, sehingga Nasabah atau Tertanggung juga mempunyai perlindungan hukum.
  • Komisarisa dan Direksi Broker harus memenuhi persyaratan lulus “Fit and Proper Test.”